Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Online Seller

Rifki

Follow Rifki_Syabani on Twitter @Rifki_Syabani
Blog EntryMar 31, '09 9:50 PM
for everyone

“Kalau untuk bikin acara yang digelar satu dua hari seperti 17 Agustusan saja kita butuh sebuah proposal, mengapa untuk hidup kita yang sangat berharga—yang hanya sekali ini—apalagi  berjalan puluhan tahun, kita tidak membuat proposal?

 

Mengap kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah tujuan, tanpa cita-cita dan target yang jelas?”

 

Kata Mr. Big: “Going with the wind blow…”

 

 

Tulisan ini diinspirasikan secara utuh oleh Mas Jamil Azzaini yang beberapa hari lalu berkesempatan sharing session dengan kami (Formiskat) di Pontianak.

 

Rekan pembaca yang budiman,…

Sahabat-sahabatku tercinta…

 

Sebuah riset yang dilakukan terhadap para lulusan MBA di Harvard Business School antara tahun 1979-1989 berkaitan dengan penulisan rencana hidup.

 

Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya “Apakah Anda telah menyusun suatu rencana idup yang jelas, spesifik dan tertulis?”

 

Sepuluh tahun kemudian, 1989, periset yang dipimpin oleh Mark Mc Cormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979 tersebut.

 

Hasilnya:

13% yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (belum memiliki dan menyusun rencana hidup).

 

Yang luar biasa, 3% para lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas dan spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.

 

Nah, riset inilah yang seharusnya menginspirasi kita untuk membuat proposal dalam hidup kita.

 

Lalu bagaimana kita harus memulai untuk membuat proposal hidup kita?

 

Langkah 1:

Sadari kita adalah masterpiece. Kita adalah orang special yang unik dengan berbagai kelebihan yang tidak ada bandingannya dengan orang lain.

 

Langkah 2:

Tentukan prestasi terbaik yang akan diraih. Prestasi ini harus spesifik, terukur, time limit dan meliputi kesuksesan dalam 4 –ta (tahta, harta, cinta dan kata). Dalam bahasa lain kudu-musti dan harus SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Time bonded.

 

Langkah 3:

Jadilah EXPERT (ahli) dalam mencapai prestasi terbaik tsb. Tuliskan secara detail anda ingin menjadi seorang ahli yang seperti apa untuk meraih prestasi di atas. Curahkan waktu dengan baik, buatkan target jangka pendek, menengah dan panjang.

 

Tentukan apa saya yang anda perlukan untuk meraih prestasi terbaik tersebut.

Pilihlah mentor, pembimbing, guru dan murabbi yang tepat untuk anda dalam 3 aspek yang berbeda. 1 sebagai guru expert, 1 sebagai guru spritual dan yang terakhir adalah guru kehidupan. Beliau-beliau adalah orang yang senantiasa bersedia secara langsung maupun tidak langsung membimbing anda menuju tangga kesuksesan dan prestasi terbaik.

 

Daftarkan juga sahabat-sahabat terbaik anda dalam proposal itu nama-nama rekan, sahabat yang bisa dengan positif mendukung, mensupport dan memback up diri anda sehingga anda bisa dengan mudah meraih prestasi terbaik anda.

 

Mereka ini bisa disebut sebagai Master Mind, yang bisa ditemukan juga dalam halaqoh2 kecil pengajian, smart club atau tim tank dan kelompok persaudaraan lainnya.

 

Langkah 4:

Susunlah program dan komitmen anda terhadap rencana detail di atas. Daftarkan sikap dan prilaku positif anda yang perlu anda terus galang dan tingkatkan untuk mencapai expertasi dan prestasi.

 

Utamakan aktivitas dan sikap yang produktif serta kontributif.

Tuliskan semua itu secara detail, utuh dan jujur tentunya.

 

Langkah 5:

Tutuplah proposal anda dengan doa yang terindah, sebagai closing statement anda kepada Allah SWT yang menggenggam jiwa dan hidup anda.

 

 

Selanjutnya... cetaklah proposal itu...

Sampaikan kepada siapa saja (istri, orang tua, mertua, teman, sahabat, guru, manager, atasan maupun anak kita), kapan saja, agar mereka semua tahu dan mau mendukung, mensupport atau bahkan meluruskan dan membenarkan apa yang tertuang di dalamnya.

 

Serta yang paling penting: mereka mau mengingatkan anda pada komitmen dan rencana yang anda buat sendiri tersebut.

 

Lalu...

Teruslah berusaha... sambil berdoa...

Bersyukur lah pada setiap tahapan yang dicapai...

 

Selamat menyusun Proposal hidup...

 

[syukron jazakallah mas Jamil yang sudah memberikan pencerahannya pada diri  ini... Semoga tulisan ini menjadi bagian dari usaha saya mendukung dan mensupport proposal hidup Mas Jamil... Salam Sukses Mulia]


ayahara1 wrote on Mar 31, '09
Tfs, bagus, n smg manfaat n bs diamalkan aw ditindaklanjuti
Add a Comment